Showing posts with label Mbolang ke India. Show all posts
Showing posts with label Mbolang ke India. Show all posts

Friday, 25 December 2015

Menggapai Himalaya (journey from south to north)

Rute 'menggapai Himalaya' dari selatan ke utara anak Benua India. Garis kuning adalah rute perjalananku backpacking di India tahun 2012 dari Jaisalmer di Barat sampai Kolkata di Timur.

'Menggapai Himalaya' akan menjadi tema untuk perjalananku selanjutnya bulan Juni sampai Juli 2016 besok. Setelah absen backpacking ke luar negeri sejak 2014-2015, tahun 2016 adalah permulaan baru lagi untuk perjalananku ke luar negeri yang lebih menantang, lebih dewasa dan lebih liar. Aku mendambakan sebuah perjalanan yang penuh tantangan dan hal-hal yang tak terlupakan. Sesuatu yang mungkin belum aku dapatkan atau terapkan di perjalanan sebelumnya.

Untuk rutenya sendiri, akan terbagi menjadi 2 negara yaitu India dan Nepal. Untuk India sementara perencanaannya adalah Kochin (tempat kami mendarat) - Mumbai - Jaipur - New Delhi - Agra - Gorakhpur. Transportasi antar kota akan kami tekan menggunakan kereta api ekonomi sleeper yang harganya sangat murah.

Sementara untuk di Nepal ada Phokara - Jomsom - Kathmandu - Nagatkor - Kodari. Kenapa tema perjalanan ini 'menggapai Himalaya?' Memang kami ada rencana naik Himalaya kah? Tentu saja tidak. Bagiku yang bukan pendaki gunung, hal tersebut nyaris mustahil untuk dilakukan jika aku harus mendaki salah satu gunung di Himalaya yang ketinggiannya 8000-an meter. Aku hanya akan mendaki beberapa bukit kecil, dan pedesaan di lereng Himalaya. Bagiku, melihat jajaran gunung es di Pegunungan Himalaya dari jauh / kaki gunung sudah cukup.

Sementara ini kami sudah membeli tiket Jogja - Kuala Lumpur PP, serta Kuala Lumpur - Kochi. Untuk tiket kembali Kathmandu - Kuala Lumpur, kami belum membeli karena harganya masih sangat mahal. Lebih baik menunggu promo dahulu yang bisa sewaktu-waktu datang. Aku berencana akan mempelajari sejarah masing-masing kota, tempat wisata beserta sejarahnya, macam-macam penipuan di kota dan metode transportasi yang bisa digunakan di dalam kota.

Aku begitu excited menunggu waktu trip ini datang. Bagaimanapun, merupakan salah satu mimpiku untuk bisa melihat Pegunungan Himalaya secara langsung di depan mataku. Aku ingin mimpiku terwujud, walaupun aku harus mengalahkan ketakutan-ketakutan yang terus memberontak di dalam diriku. Karena hanya satu prinsipku, "...your fear got you nowhere..".

Aku orang yang sangat percaya kekuatan sebuah mimpi! Ketika kita bermimpi, entah kenapa alam semesta ini, Tuhan, semuanya akan membantu kita untuk mewujudkan mimpi tersebut. Suatu saat aku bermimpi untuk bisa melihat Gunung Everest, kali ini saya sudah mempunyai tiket untuk kesana. Jangan takut bermimpi, fellas!!

India-Nepal, see you at June-July 2016!!

My Plans:
December 2016 ~ JAPAN
June 2017 ~ RUSSIA
December 2017 ~ ??
»»  BACA SELANJUTNYA YA SOBAT...

Tuesday, 22 December 2015

[PART 8] Tinta Hindustan: Makam Akbar Agung

Gerbang masuk Makam Akbar Agung dengan lukisan panel inlay 

Dengan perundingan tarif yang cukup alot, petualangan kami berlanjut menuju Akbar Tomb. Akbar Tomb merupakan makam raja ketiga Kekaisaran Mughal yang berlokasi di Sikandra di pinggiran kota Agra yang berjarak sekitar 8 km dari pusat kota. Karena jaraknya dari Agra Fort yang lumayan jauh, kita harus naik auto rikcshaw melewati keramaian jalanan Kota Agra dengan deruan bunyi klakson kendaraan lain yang cukup memekakkan telinga. Hal itu masih ditambah dengan udara panas yang menyembur dari jalanand an polusi asap kendaraan. Semua hal itu mulai membuat semangat perjalanan dan jiwa petualanganku seakan sudah habis. Kepalaku pusing.

Sampai di tempat tujuan, semangatku tidak juga naik, ditambah kepala pusing. Karena itulah aku memutuskan tidak ikut masuk ke Makam Akbar Agung, keputusan yang cukup aku sesali. Akhirnya hanya Pix San dan Sony saja yang masuk, sedangkan aku menunggu sambil tiduran di Auto Rickshaw. Suasana di halaman parkir kebetulan sejuk dan menenangkan sehingga bisa membuatku hampir tertidur. Tetapi sesaat sebelum tertidur, aku diminta supir auto rickshaw untuk menunggu di tempat duduk parkir karena dia beralasan akan makan. Aku pun keluar dan berbincang dengan supir auto rickshaw yang lain, dia sempat mengatakan akan membeli jam tangan murahanku seharga 200 Rs. Aku tolak karena aku membutuhkannya untuk mengestimasi jadwal ketibaan kereta api, bukan masalah harga mahal atau murah hehehehe.

Bangunan Makam Akbar Agung ini sangat spektakuler. karena Akbar merupakan salah satu raja terhebat dalam sejarah Kerajaan Mughal. Dari gerbang masuknya saja sudah terlihat ukiran panel inlay yang sangat cantik dan rumit pada gabungan batu pasir merah dan marmer putih, khas Kerajaan Mughal. Gerbang masuk ini dibangun Akbar meniru desain Buland Darwaza di Fatehpur Sikri. Pada bagian atas gerbang utamanya, terlihat empat minaret dari marmer putih yang berdiri gagah, seakan melambangkan kebesaran Akbar, kebesaran Kerajaan Mughal. Terdapat satu phistaq (satu pintu utama terbesar yang bentuknya melengkung seperti busur) dan empat iwan (berupa lengkungan lebih kecil di sekeliling Phistaq). 
Lukisan panel inlay 
Sumber: wikipedia.org

Makam Akbar Agung ini dibangun pada 1605-1613 pada lahan seluas 48 Hektar di Sikandra dimana inisiatornya adalah Akbar Agung sendiri. Makam Akbar Agung mulai dibangun pada tahun 1600. Menurut tradisi Tartary, pembangunan makam memang dimulai selama masa hidup seseorang. Dalam hal ini, Akbar sendiri yang memilih lokasi di Sikandra ini untuk dijadikan lokasi makamnya. Setelah kematiannya pada 1605, putranya, Jahangir menyelesaikan pembangunan makam pada 1605-1613.

Pada masa pemerintahan Aurangzeb Alamgir, putra Shah Jahan, Rebellious Jat dibawah Raja Ram Jat menghancurkan makam-makam indah ini sekaligus menjarah semua emas, perhiasan, perak, karpet dan menghancurkan hal-hal lain. Bekas penyerbuan itu masih ada dengan dijumpainya tanda-tanda terbakar di gerbang. Tulang akbar juga dibakar dan makam dirusak sampai Inggris dibawah Lord Curzon melakukan perbaikan. Selain mencuri dan menghancurkan Makam Akbar Agung, Taj Mahal juga dijarah dan dua gerbang Agra Fort dihancurkan.
Bagian depan Makam Akbar Agung

Begitu masuk, kita akan disuguhi pemandangan halaman yang melampar luas, dengan sebuah kolam kering dan embusan angin dari pohon lontar, pohon khas daerah dengan iklim panas. Melangkah lebih jauh, kita akan melihat bangunan utama makam dengan banyak iwan dan satu phistaq utama. Makam itu dikelilingi oleh tembok batu pasir merah dengan ketinggian 10-20 meter. Pada bagian atasnya terdapat kubah-kubah kecil dari marmer putih yang menggambarkan percampuran budaya Islam, India, Persia dan Turki Ottoman.
Lorong sempit menuju Makam Akbar Agung

 Untuk memasuki Makam Akbar Agung, kita diharuskan melewati lorong yang cukup sempit. Lorong tersebut berakhir pada sebuah ruangan tertutup gelap dan lembab dengan sebuah makam sederhana pada bagian tengahnya. Bangunan makam tersebut berupa piramida empat sisi, dialasi oleh sebuah paviliun marmer yang berisi makam palsu. Makam yang sesungguhnya, seperti di makam lainnya, di ruang bawah tanah.
Ziarah di Makam Akbar Agung

Makam Akbar Agung yang sebenarnya, ada di dalam mausoleum bawah tanah

Sejarah India memang tidak akan pernah terpisahkan dari Kerajaan Mughal. Kebesaran Akbar Agung memang tidak pernah terlupakan di hati masyarakat India, terbukti dengan masih banyaknya peziarah yang datang ke Makam Akbar Agung. Mereka bahkan berdoa di sisi makam. Menunjukkan bahwa dahulu kala, Akbar Agung merupakan raja yang sangat disayangi rakyatnya. Sejarah tidak akan berbohong.
Makam Lodi, berada di Kompleks Makam Akbar Agung
Sumber: wikipedia.org

Kanch Mahal, dibangun oleh Jahangir pada Kompleks Makam Akbar Agung
Sumber:  wikipedia.org
»»  BACA SELANJUTNYA YA SOBAT...

[PART 7] Tinta Hindustan : Agra Fort

Amar Singh Gate, salah satu gerbang masuk ke Agra Fort

Selesai mengelilingi keseluruhan kompleks Taj Mahal, dengan berat hati kami melangkahkan kaki keluar dari bangunan spektakular tersebut menuju tujuan selanjutnya, Agra Fort. Dari gerbang sebelah barat Taj Mahal, kami naik auto rickshaw sampai tempat pembelian tiket Agra Fort. Jarak dari Taj Mahal ke Agra Fort sendiri sekitar 2,5 km. Aku sudah tidak mempunyai pikiran mau menyamar menjadi warga India lagi saat beli tiket. Disamping aku tahu itu hal salah untuk dilakukan, aku juga tidak mau terkena resiko harus diperiksa tentara lagi saat masuk Agra Fort. Harga tiket masuk Agra Fort 250 Rs/turis asing dan 20 Rs/warga India. Memang sangat timpang dan menjengkelkan. Tapi apa pilihan saya dan wisatawan asing lainnya?

Kesan pertamaku tentang Agra Fort, benteng ini sebenarnya sangat mirip dengan Red Fort yang ada di Delhi. Agra Fort dibangun menggunakan dominasi batupasir merah yang disusun sedemikian rupa dengan dinding-dinding benteng yang menjulang tinggi. Karena nilai sejarah serta keindahan tempatnya, Agra Fort ditetapkan sebagai situs warisan dunia UNESCO. Tak mengira, dari bangunannya yang gagah dan mempesona, benteng ini menyimpan banyak sejarah.

Dinding bagian depan Agra Fort dibangun menggunakan dominasi batu pasir merah

Tingginya dinding Agra Fort, yang merupakan saksi untuk berbagai pertempuran dan pengkhianatan.

Langkah sigapku membawa kami ke  Amar Singh Gate (gerbang masuk Agra Fort) yang fotogenik. Banyak wisatawan yang mengabadikan momennya mengunjungi Agra Fort disini. Kami berjalan masuk melalui sebuah pishtaq(Bahasa Persia untuk pintu masuk utama) yang dikelilingi oleh tembok tebal dan tinggi, dimana ketinggiannya bisa mencapai 15-20 meter. Di gerbang masuk ini juga dibangun tembok melingkar yang berbentuk seperti menara, dengan lubang-lubang yang pada zaman dahulu sepertinya digunakan untuk pengawasan maupun menembakkan senjata manakala ada musuh yang datang.

Benteng seluas 380.000 m2 ini mempunyai mempunyai bentuk setengah lingkaran, dimana penghubung busur tersebut terletak sejajar dengan Sungai Yamuna dan ketinggian dindingnya mencapai 75 ft. Terdapat empat gerbang masuk di keempat sisinya, dimana Gerbang Khizri membuka ke arah sungai. Kedua gerbang yang lain adalah ‘Delhi Gate’ dan 'Lahore Gate’ atau sering disebut ‘Amar Singh Gate’ berasal dari nama Amar Singh Rathore.
Tembok bagian luar Agra Fort yang meliuk-liuk seperti ular. Pada bagian terluarnya dibangun kanal yang melingkari tembok.

Sedikit cerita sejarahnya, ternyata Agra Fort tidak sepenuhnya dibangun oleh Kekaisaran Mughal. Benteng ini sudah berdiri di Agra sejak abad ke 11. Agra Fort asal mulanya merupakan benteng merah yang dikenal sebagai Badalgarh, dibangun oleh Raja Badal Singh Hindu Sikarwar yang merupakan Raja Rajput tahun 1475. Sikandar Lodi (1488-1517) merupakan Sultan Delhi pertama yang pindah ke Agra dan tinggal serta memimpin negara di dalam benteng ini. Dia memimpin negara dari sini. Sikandar Lodi wafat pada 1517 dan anaknya, Ibrahim Lodi, tinggal di benteng ini selama 9 tahun sebelum dikalahkan dan terbunuh di Panipat pada 1526. Beberapa istana, sumur dan masjid dibangun olehnya selama berkuasa.
Salah satu bangunan di dalam Agra Fort yang dibangun menggunakan marmer putih, kemungkinan merupakan hasil karya Shah Jahan yang gemar menggunakan marmer putih dengan ukiran-ukiran yang cantik.

Terbunuhnya Ibrahim Lodi melancarkan Mughal untuk merebut benteng ini dan merampas harta benda yang sangat banyak termasuk berlian yang dikenal sebagai Koh-i-Noor. Babur - yang merupakan raja pertama Mughal tinggal di benteng ini dan membangun baoli (step well) di dalamnya. Humayun sebagai penerus Babur juga menempati benteng ini. Pada masa pemerintahannya, Humayun sempat dikalahkan di Bilgram pada 1540 oleh Sher Shah sehingga benteng ini sempat ditempati oleh Suris sampai 1555 sebelum Humayun merebutnya kembali. Hem Chandra Vikramaditya yang juga dikenal sebagai Hemu dipimpin oleh Iskandar Khan Uzbek mengalahkan tentara Humayun dan menguasai Agra. Hemu mendapatkan barang rampasan melimpah dari benteng ini dan melancarkan serangan untuk merebut Delhi dari Mughal juga. Akhirnya Mughal di bawah pemerintahan Akbar mengalahkan Hemu pada pertempuran Panipat kedua pada 1556.
Lapangan di bagian tengah Agra Fort. Ruangan di sekelilingnya dibangun menggunakan kombinasi batu pasir merah dan marmer putih.

Menyadari pentingnya Agra, Akbar memindahkan ibukota Mughal kesini pada 1558. Saat kedatangannya,  Agra Fort dalam kondisi hancur dan berantakan yang membuat Akbar membangunnya kembali dengan mendatangkan batupasir merah dari Barauli, Rajasthan. Untuk membangunnya kembali, Akbar mendatangkan arsitek terbaik dan dibangun menggunakan pecahan batubata pada bagian dalamnya dan batupasir pada bagian luar benteng. Proses pembangunan benteng ini sendiri membutuhkan 4000 pekerja selama 8 tahun, selesai tahun 1573.
Indahnya ukiran pada Agra Fort

Pada saat Mughal dipimpin oleh cucu Akbar, Shah Jahan, beliau menyempurnakan kembali beberapa bagian dari Agra Fort. Tidak seperti kakeknya yang suka menggunakan batupasir merah, Shah Jahan lebih suka membuat bangunan dengan marmer putih, terkadang bertahtakan emas atau permata. Bahkan Shah Jahan sempat menghancurkan beberapa bangunan yang sudah ada sebelumnya di dalam benteng untuk membangun versinya. Pada akhir hidupnya, Shah Jahan dipenjara oleh anaknya yang memberontak, Aurangzeb di dalam Agra Fort ini. Rumor yang beredar mengatakan bahwa Shah Jahan meninggal di Muasamman Burj, sebuah menara dengan balkon marmer yang menghadap Taj Mahal.

Agra Fort diserbu oleh Kekaisaran Maratha selama pertengahan abad 18. Setelahnya, Agra Fort berpindah kekuasaan antara Maratha dengan musuh-musuhnya beberapa kali. Setelah kekalahan dahsyat Maratha di Pertempuran Panipat Ketiga oleh Ahmad Shah Abdali pada 1761, Maratha meninggalkan wilayah ini selama dekade berikutnya. Akhirnya Mahadji Shinde mengambil alih Agra Fort pada 1785. Maratha harus kehilangan Agra Fort yang kemudian dikuasai Inggris selama Perang Anglo-Maratha kedua tahun 1803.

Benteng ini merupakan tempat pertempuran selama Pemberontakan India tahun 1857, yang mengakibatkan berakhirnya kekuasaan British East India Company di India, dan menuntun ke abad baru penguasaan langsung India oleh Inggris.

Delhi Gate yang menghadap kota bagian barat dari benteng, merupakan gerbang terbesar dari semuanya dan merupakan hasil karya selama pemerintahan Akbar. Gerbang ini dibangun sekitar tahun 1568 baik untuk memperkuat pengamanan maupun sebagai gerbang resmi untuk raja. Gerbang ini dihiasi dengan tatahan marmer putih. Jembatan kayu biasa digunakan untuk menyeberangi parit yang mengelilingi benteng untuk kemudian mencapai gerbang dari dataran utama. Setelah Delhi Gate, masih ada pintu gerbang bagian dalam yang disebut Hathi Pol (“Elephant Gate”), dijaga oleh dua patung batu gajah dengan penunggangnya, menambahkan satu lapisan keamanan lagi. Dengan keamanan ganda seperti ini, saat pertempuran, musuh harus menggunakan gajah untuk menghancurkan gerbang ini. Itupun masih membutuhkan ancang-ancang yang cukup kencang, karena jika tidak memakai ancang2 akan sama saja tidak efektif. Karena Militer India (Brigadir Parachute) masih menggunakan Agra Fort bagian utara, Delhi Gate tidak dibuka untuk umum. Turis biasanya masuk lewat Amar Singh Gate.

Agra Fort sangat penting dalam sejarah arsitektur India. Abul Fazal mencatat setidaknya terdapat 500 bangunan dengan desain cantik dari Bengal dan Gujarat yang dibangun di dalam benteng. Beberapa dari bangunan tersebut terpaksa dihancurkan oleh Shah Jahan untuk membangun istana marmer putihnya. Kebanyakan sisanya dihancurkan oleh Inggris selama 1803 dan 1862 untuk mendirikan barak. Beberapa bangunan Mughal yang menghadap tenggara (bagian sungai) masih berdiri dengan selamat. Delhi Gate, Akbar Gate dan satu istana “Bengali Mahal” merupakan karya Akbar.

Nama Akbar Darwazza (Akbar Gate) diganti oleh Inggris menjadi Amar Singh Gate. Terdapat campuran arsitektur Hindu dan Islam menarik yang ditemukan disini. Beberapa bagian dari dekorasi Islam menampilkan gambar haraam (sinful) beberapa makhluk hidup seperti naga, gajah dan burung, tidak menampilkan pola biasanya dan kaligrafi yang sering kita lihat di dekorasi Islam.

Di dalam benteng ini terdapat beberapa istana indah seperti Khas Mahal, Shish Mahal, menara oktagonal Muhammam Burj, ruang resepsi Diwan-i-khas yang dibangun pada 1637 dan Diwan-i-Am (Ruangan Pertemuan Umum) dibangun pada 1628 oleh Shah Jahan. Di dalam kompleks mewah ini, juga dibangun 2 masjid yang sangat indah dari marmer putih yaitu Masjid Mpti atau Masjid Mutiara dibangun 1646-1653 oleh Shah Jahan dan Msjid Nagina dibangun 1658-1707 oleh Aurangzeb.
Taj Mahal dari Agra Fort

Dari lantai dua, kita bisa melihat Taj Mahal dengan sudut pandang yang cukup jelas. Ya, kedua bangunan ini memang tidak bisa dipisahkan nilai sejarahnya. Taj Mahal akan selalu terikat dengan Agra Fort, demikian juga sebaliknya. Kedua bangunan ini merupakan saksi bisu tentang cinta abadi, pengkhianatan, peperangan, keserakahan manusia. Dari sisa-sisa bangunan inilah kita bisa belajar, bahwa sejarah akan senantiasa menjadikan manusia menjadi lebih baik.
»»  BACA SELANJUTNYA YA SOBAT...

Monday, 21 December 2015

Cara membuat E-Tourist Visa India (sebelumnya Visa on Arrival)


Oke guys, berbekal searching dari berbagai sumber, saya akan membuat postingan cara membuat E-Tourist Visa (ETV) India. Seperti yang kita tahu, sejak 2011 India memang memberikan kemudahan bagi pemegang paspor Indonesia yang akan berlibur/mengunjungi saudara di negara mereka dengan memberikan layanan Visa on Arrival (VOA) yang merupakan precursor dari ETV.

Apa itu E-Tourist Visa (ETV)?
~Dalam bahasa mudahnya, ETV adalah versi onlinenya VOA. Jadi kita bisa memperoleh visa India secara online, tanpa harus apply dengan syarat seabrek di Kedutaan India di Jakarta.

Negara mana saja yang diberikan ETV oleh India?
~Buanyak, salah satunya Indonesia.Tapi kalau pengen tahu, inilah daftar negara tersebut:

Siapa saja yang memenuhi syarat untuk mendapatkan ETV?
~Wisatawan internasional/asing yang tujuannya ke India adalah untuk rekreasi, sight seeing (lihat-lihat), kunjungan santai untuk bertemu teman atau kerabat, perawatan medis dengan durasi pendek atau kunjungan bisnis kasual.

~Paspor harus memiliki validitas setidaknya enam bulan dari tanggal kedatangan di India. 

~Paspor harus memiliki minimal dua halaman kosong untuk stamping oleh Pejabat Imigrasi.

~Wisatawan Asing harus memiliki tiket pulang atau tiket untuk perjalanan selanjutnya, dengan uang yang cukup selama  tinggal di India.

~Wisatawan Asing yang memiliki Paspor Pakistan atau berasal dari Pakistan wajib mengajukan visa regular di India Mission.

~ ETV tidak tersedia untuk pemegang paspor Diplomatik / Official.

~Tidak tersedia untuk individu yang dikuasakan/disahkan oleh Paspor Orang Tua / Pasangan. Setiap individu harus memiliki paspor yang terpisah.

~Tidak tersedia untuk Pemegang Dokumen Perjalanan Internasional.

Apa saja petunjuk yang harus diperhatikan untuk membuat ETV?
~Pelamar dari negara-negara yang memenuhi syarat / wilayah bisa membuat permohonan visa online paling lambat 4 hari sebelum tanggal kedatangan dengan rentang waktu 30 hari. Contoh: Jika Anda membuat permohonan ETV pada 1 September, maka anda dapat memilih tanggal kedatangan dari 5 September - 4 Oktober.

~Foto terbaru menghadap depan dengan latar belakang putih dan scan halaman Paspor yang mengandung informasi pribadi seperti nama, tanggal lahir, kebangsaan, tanggal kadaluwarsa dll untuk di-upload oleh pemohon. Aplikasi ini bisa ditolak jika dokumen hasil upload dan foto tidak jelas / tidak sesuai spesifikasi.

~Biaya pembuatan ETV tergantung negara / wilayah masing-masing (min $ 00 dan max $ 60), untuk Indonesia sebesar $60. Biaya transaksi bank sebesar 2,5% akan dikenakan sebagai biaya tambahan pembuatan ETV. Biaya ETV harus dibayar paling lambat 4 hari sebelum  tanggal kedatangan ke India. Jika terlambat, aplikasi tidak akan diproses. 

~Ketika sudah diajukan, biaya ETV tidak dapat dikembalikan karena dialokasikan sebagai biaya untuk pengolahan aplikasi, dimana biaya ini tidak menjamin apakah permohonan visa anda diterima atau ditolak.

~Pemohon harus membawa print out ETV saat kedatangan di bandara-bandara India.

~Rincian biometrik dari pemohon akan diambil di Imigrasi pada saat kedatangan di India.

~Masa berlaku visa adalah 30 hari dari tanggal kedatangan di India.

~ETV bisa digunakan untuk masuk negara India melalui 16 Bandara yaitu Ahmedabad, Amritsar, Bengaluru, Chennai, Cochin,Delhi, Gaya, Goa, Hyderabad, Jaipur, Kolkata, Lucknow, Mumbai, Tiruchirapalli, Trivandrum & Varanasi. Namun, wisatawan asing dapat  keluar dari imigrasi manapun di India.

~Fasilitas ini merupakan layanan tambahan untuk layanan Visa sebelumnya (VOA).

~E-Tourist Visa (ETV) diperbolehkan untuk maksimal dua kunjungan dalam satu tahun kalender. Bukan berarti 1 ETV untuk masuk India dua kali, tetapi saat akan masuk India untuk kedua kali wajib apply ETV baru lagi.

~ETV yang dikeluarkan oleh pemerintah India saat kedatangan adalah single entry, tidak bisa diperpanjang, tidak bisa konversi & tidak berlaku untuk kunjungan ke area yang dilindungi/dibatasi dan Cantonment Area.

~Pelamar dapat melacak status aplikasi mereka secara online dengan mengklik status visa.

~Harap berhati-hati saat melakukan pembayaran biaya ETV. Jika percobaan usaha membayar gagal lebih dari 3x, maka maka id aplikasi akan diblokir dan pemohon perlu untuk melakukan pendaftaran lagi dengan mengisi formulir aplikasi baru lagi dan membuat id aplikasi yang baru.

~Sebelum melakukan pendaftaran kembali, pelamar diminta untuk menunggu selama 4 jam untuk pembaharuan status pembayaran, setelah penyerahan akhir formulir aplikasi dan pembayaran biaya. Pembaharuan status pembayaran  bisa memakan waktu hingga 4 jam.

~Warga negara dari negara-negara yang terkena dampak Yellow Fever harus membawa YELLOW FEVER VAKSINASI CARD pada saat kedatangan di India, jika tidak mereka mungkin dikarantina selama 6 hari saat tiba di India. 

~Untuk pusat bantuan  24/7 hubungi pusat bantuan Visa di + 91-11-24300666 atau kirim email ke indiatvoa@gov.in

Apa saja dokumen yang diperlukan untuk membuat ETV?
~Scan halaman pertama dari paspor yang memuat informasi pribadi seperti nama, tanggal lahir, kebangsaan, tanggal kadaluwarsa dll untuk di-upload oleh pemohon. Aplikasi ini bisa ditolak jika dokumen hasil upload dan foto tidak jelas / tidak sesuai spesifikasi. Format PDF, ukuran minimal 10 KB, maksimal 300 KB.

~Foto digital yang diupload bersamaan dengan aplikasi visa harus memenuhi ketentuan berikut:

1. Format JPEG
2. Ukuran minimal 10 KB, maksimal 1 MB.
3. Tinggi dan lebar foto harus equal
4. Foto harus menampilkan wajah penuh, tampilan menghadap kedepan, mata terbuka.
5. Posisi wajah terpusat pada bagian tengah frame, dan menampilan wajah utuh dari bagian teratas rambut sampai bawah dagu
6. Latar belakang putih
7. Tidak ada bayangan pada wajah/latar belakang
9. Tanpa garis batas

Bagaimana caranya  apply ETV?
~Meluncur ke situs pembuatan ETV pemerintah India disini.

~Klik pada bagian E-Tourist Visa Application (di kotak merah)

~Isi data dengan lengkap seperti contoh di bawah ini, kemudian klik continue

~Setelah klik continue, maka akan muncul form berikut. Isi dan lengkapi. Catat 'ID aplikasi sementara' berupa kombinasi angka dan huruf berwarna merah di kanan atas: 40212255ESIHV9V (ID aplikasi saya). Kemudian klik save dan continue.


~Setelah klik continue, maka isi data selanjutnya sebagai berikut. Isi dan lengkapi dengan benar.


~Selanjutnya isi dan lengkapi formulir berikut. Siapkan pas foto dengan background putih juga karena pada bagian bawah akan disuruh upload foto.

Ini contoh proses sewaktu upload foto. FYI ini hanya contoh jadi saya menggunakan bacground warna biru, seharusnya background warna putih. Harap hati-hati di langkah ini, karena jika foto tidak jelas ataupun tidak memenuhi syarat, maka aplikasi visa bisa ditolak.

~Langkah selanjutnya setelah upload foto adalah klik save dan continue. Selanjutnya anda harus upload scan paspor halaman depan yang mengandung informasi pribadi seperti nama, tanggal lahir, kebangsaan, tanggal kadaluwarsa dll untuk di-upload oleh pemohon. Aplikasi ini bisa ditolak jika dokumen hasil upload dan foto tidak jelas / tidak sesuai spesifikasi.
~Karena saya belum perbaharui paspor, langkah pembuatan ETV saya stop disini. Selanjutnya hanya tinggal mengisi data dengan benar dan melakukan pembayaran. Setelah melakukan pembayaran, ETV akan diemailkan ke email yang anda daftarkan disini.

Bagaimana cara mengedit data yang sudah dimasukkan di aplikasi ETV?
~jika karena satu dan lain hal sewaktu mengisi data aplikasi tadi anda save dan exit, maka jika sudah ada waktu kembali anda bisa melanjutkan mengisi data dengan mengklik "complete partially filled form", yaitu kotak kedua berwarna ungu di bawah ini:

~Masukkan nomor aplikasi ID yang sudah dicatat sebelumnya di kolom ini (kombinasi angka huruf berwarna merah)

~Maka data akan terbuka kembali dari halaman pertama

Bagaimana cara melakukan pembayaran aplikasi ETV?
~Setelah melengkapi data diri pada "complete partially filled form", maka anda bisa melakukan pembayaran ETV dengan mengklik kolom "pay visa fees" pada kotak ketiga berwarna coklat.

~Masukkan nomor aplikasi ID yang sudah dicatat sebelumnya di kolom ini (kombinasi angka huruf berwarna merah), selain itu masukkan data tanggal lahir.

~Lakukan pembayaran senilai 60 USD dengan kartu kredit

Bagaimana cara mencetak Aplikasi ETV?
~Jika karena satu dan lain hal anda ingin mencetak/menyimpan aplikasi ETV silahkan klik "print visa application", pada kotak keempat berwarna hijau.

~Maka akan muncul kolom di bawah ini, lengkapi data sesuai dengan permohonan pada aplikasi kemudian klik reprint. Jika belum mempunyai print bisa disimpan dalam bentuk PDF menggunakan software ms. one note.

Bagaimana cara mengecek kemajuan Aplikasi ETV?
~Visa anda diterima atau ditolak? Silahkan cek pada kolom visa status, kotak kelima berwarna biru.

~ Maka akan muncul kolom seperti di bawah ini, isi data sesuai dengan data yang sudah ada pada aplikasi sebelumnya.
~ Maka bisa dilihat apakah aplikasi ETV anda sudah dikeluarkan atau masih diproses. Selama foto dan scan paspor memenuhi ketentuan, serta mengisi data dengan lengkap dan jujur, saya yakin aplikasi ETV anda akan granted.

LAST, happy travelling in India!! Bring this print out of ETV alongside with your passport.
»»  BACA SELANJUTNYA YA SOBAT...

Tuesday, 25 August 2015

[PART 6] Tinta Hindustan : Taj Mahal


“Aku menangis menyaksikan sejarah dibangunnya Taj Mahal seakan menjadi nyata di depan mataku melalui kesempurnaan ukiran yang penuh cinta....”


Taj Mahal
Sumber: Dokumentasi Pribadi

Taj Mahal...
Mataku begitu terpesona saat memandang bangunan itu secara langsung untuk pertama kalinya.. Bangunan itu begitu megah menjulang dari bangunan di sekitarnya dengan latar aliran Sungai Yamuna.. Sebuah monumen cinta yang dibuat oleh Shah Jahan kepada istrinya yang tercinta Arjumand Banu Begum (Mumtaz Mahal).. Sebuah simbol cinta abadi, yang tercermin pada keelokan, kesimetrisan dan ukiran-ukiran yang begitu sempurna..


Pagi itu cukup cerah di Kota Agra. Dengan langkah sigap, setelah sarapan yang sangat tidak mengenyangkan –honey toast— aku segera melangkahkan kakiku keluar dari penginapan menuju jalanan Agra yang ruwet. Dengan menanyakan arah kepada beberapa orang, kami pun sampai di tempat pembelian tiket Taj yang berjarak 1 km dari Taj itu sendiri. Harga tiket masuk Taj untuk warga India adalah 20 Rs dan untuk turis asing 750 Rs, jujur aku sangat membenci sistem ‘rasisme untuk harga tiket’ seperti ini. Karena itulah dengan iseng aku mencoba menyamar jadi warga India saat beli tiket. Tapi itu semua gagal total karena mereka mengajak bicara Bahasa Hindi, byarr, jadilah deh 750 Rs keluar dari kantong. Hehehe.


Loket pembelian tiket Taj Mahal (South Gate)
Sumber: Dokumentasi Pribadi

“Jika mau belajar kesabaran, pergilah ke India”. Mungkin itu suatu pepatah baru yang bisa aku sampaikan. Setelah selesai membeli tiket dan menitipkan barang (untuk ke Taj Mahal dilarang membawa barang selain kamera dan benda berharga seperti dompet) , tentulah para guide beraksi. Harga para guide tersebut bervariasi, dari yang dekat tempat pembelian tiket menawarkan 900 Rs sampai yang sudah di dekat gerbang masuk Taj 200 Rs. Kuakui, orang India memang sangat ulet dalam bekerja. Mereka akan terus mengejar, merayu dan merayu turis bahkan sampai terlihat memuakkan. Tapi untunglah aku berhasil menepis semua rayuan itu dan sampai di gerbang masuk Taj Mahal. Saat di tempat pembelian tiket, turis akan diberi sebotol air mineral dan plastik pembungkus kaki. Saat berjalan di lantai marmer Taj Mahal, plastik pembungkus kaki itu harus digunakan.

Saat masuk ke lantai marmer Taj Mahal, plastik pembungkus kaki ini harus digunakan.
Sumber: Dokumentasi Pix San

Seperti yang kita tahu Taj Mahal merupakan salah satu tujuan wisata ngetop di dunia karena sejak 1983 dinobatkan sebagai warisan budaya dunia UNESCO (World Heritage Site), maka pemerintah Kota Agra pun cukup sigap dengan menyediakan Free Shuttle Car dari tempat pembelian tiket sampai 200 m menuju tiket masuk. Perjalanan singkat ini dilalui selama 5 menit dan akhirnya aku sampai di gerbang pemeriksaan tiket yang dijaga oleh tentara. 

Naik Free Shuttle Car dari tempat pembelian tiket ke gerbang Taj Mahal
Sumber: Dokumentasi Pix San

Saat itu aku bersyukur berat nggak jadi ngaku jadi warga India saat beli tiket, wah bisa berabe kalau ketahuan tentara aku bohong soalnya gambar tiketnya beda. Hahaha. Saat itu pemeriksaan ada dua tahap. Tahap pertama semua turis harus melalui pintu bersensor pendeteksi logam dan tahap kedua berupa pemeriksaan fisik oleh tentara. Pemeriksaan fisik ini dilakukan oleh tentara wanita untuk turis wanita dan tentara pria untuk turis pria, dengan cara diraba dari atas sampai bawah. 


Oiya sebelumnya aku mau cerita sedikit tentang sejarah dibangunnya Taj Mahal ini. Jadi pembangunan Taj Mahal itu membutuhkan waktu 22 tahun dari tahun 1631-1653 di bawah perintah Shah Jahan yang diperuntukkan sebagai makam untuk istri tercintanya, Muntaz Mahal (Arjumand Banu Begum). Sebuah waktu yang sangat cepat untuk pembangunan makam semegah ini kan? Hal itu dikarenakan Shah Jahan mempekerjakan hampir 20.000 pekerja dan ribuan pemahat batu dalam masa pembangunannya. Arsitek-arsitek terbaik dari Persia pun didatangkan untuk memberikan desain terbaik yang sesuai dengan keinginan Shah Jahan. Arsitek-arsitek tersebut antara lain Abd ul-Karim Ma'mur Khan, Makramat Khan dan Ustad Ahmad Lahauri, dimana nama terakhir merupakan arsitek kepala.

Akhirnya sampai juga aku di kompleks Taj Mahal. Oiya sebelumnya gerbang masuk Taj Mahal ini ada 3 yaitu pintu timur, pintu barat dan pintu selatan. Pada bagian utara (kiri-berwarna biru) tidak terdapat gerbang masuk karena terdapat Sungai Yamuna. 


Taman indah nan bersih sebelum masuk gerbang selatan Taj Mahal.
Sumber: wikipedia


Gerbang masuk ini mendapat sebutan The Great Gate (Darwaza-i rauza) dan dibangun dengan sangat megah dari perpaduan antara batupasir merah dan marmer putih setinggi sekitar 15 meter. Lengkungan busur pada bagian depan yang dalam Bahasa Persia disebut iwan mirip dengan iwan yang ada pada bagian depan mausoleum. Pada marmer putihnya, dihiasi dengan ukiran-ukiran tumbuhan yang disebut Parchin Kari serta kaligrafi Qur'an. Pada bagian paling atas, terdapat kubah-kubah kecil dari marmer yang melambangkan percampuran budaya Islam, India, Persia dan Turki Ottoman.

The Great Gate (Darwaza-i rauza)
Sumber: Dokumentasi Pribadi

Parchin Kari pada dinding marmer Darwaza-i rauza
Sumber: wikipedia

Setelah berfoto-foto sejenak, dengan langkah sigap aku segera memasuki pishtaqs (Bahasa Persia untuk gerbang masuk/jalan masuk menuju iwan) dan saat itulah aku melihat Taj Mahal untuk pertama kalinya. 

Terimakasih Tuhan sudah mengizinkanku kesini..
Sumber: Dokumentasi Pix San

Aku tidak percaya, bangunan yang saat aku kecil hanya aku lihat di atlas benar-benar berdiri di depan mataku dengan megahnya. Taj Mahal begitu megah menjulang dan entah kenapa terlihat sangat...hidup, padahal aku tahu jelas itu sebuah makam. Terlihat empat minaret dengan ketinggian lebih dari 40 m yang berdiri tegak mengelilingi mausoleum utama. Menurut referensi dari Wikipedia, minaret ini menunjukkan kegemaran designer tentang kesimetrisan. Minaret ini didesain dengan tujuan tertentu yaitu sebagai elemen tradisional dari masjid yang digunakan oleh muezzin (orang yang dipilih untuk mengumandangkan adzan) untuk memanggil Umat Islam shalat. Menurut situs tajmahal.com, keempat minaret ini menggambarkan tangga untuk menuju langit/surga. Mungkin dimaksudkan sebagai tangga bagi Muntaz Mahal mencapai surga. Penggunaan minaret ini diduga merupakan pengaruh kebudayaan Kesultanan Ottoman yang selalu membangun minaret mengelilingi masjid. Setiap minaret dibagi menjadi 3 bagian dengan panjang yang sama oleh balkon yang membundar mengelilingi menara. Pada bagian atas menara terdapat balkon terakhir yang diatapi oleh chattri (lubang-lubang) yang sama dengan desain pada makam. Chattri tersebut memberikan elemen dekoratif yang sama dengan desain lotus yang diatapi oleh bingkai finial.
Minaret pada Taj Mahal
Sumber: taj-mahal.net

Di tengah-tengah keempat minaret tersebut terdapat mausoleum utama yang merupakan fokus utama dari kompleks Taj Mahal. Mausoleum raksasa ini berdiri di atas struktur dasar (base) yang merupakan kubus multi ruang dengan pojokan miring, membentuk oktagon unequal dengan panjang sekitar 55 m pada keempat sisinya.

Struktur bangunan utama Taj Mahal yang dikelilingi 4 minaret

Setiap sisinya, terdapat pishtaq atau kubah melengkung raksasa yang dibingkai oleh delapan iwan dengan bentuk yang sama. Iwan pada bagian terluar melengkung sehingga setengah menghadap sisi sebaliknya. Motif pada pishtaq ini sama persis dengan motif iwan sehingga membuat desainnya simetris sempurna pada semua sisi bangunan. Bangunan utama tersebut merupakan tempat sarkofagus tiruan Mumtaz Mahal dan Shah Jahan, dimana makam utamanya berada di tingkat lebih bawah.

Pada bagian atas mauseloum ini, terdapat kubah (onion dome) yang merupakan salah satu kenampakan paling spektakuler. Ketinggiannya mencapai 35 meter, berdiri di atas cylindrical drum yang ketinggiannya mencapai 7 meter. Pada bagian atas onion dome, terdapat dekorasi lotus untuk lebih menonjolkan ketinggiannya. Bentukan onion dome ini ditekankan dengan dibuatnya empat onion dome berukuran lebih kecil yang disebut chattris. Chattris terletak pada bagian pojok onion dome utama.

Elemen dekorasi dari bawah ke atas: Onion Dome, Lotus, Finial, Bulan
Sumber: Wikipedia

Dome serta chattris tersebut dipuncaki oleh finial berbingkai emas yang merupakan elemen dekoratif campuran budaya Persia dan Hindustan. Namun pada awal abad 19, finial tersebut diganti oleh bingkai perunggu. Pada bagian paling atas finial terdapat simbol bulan, merupakan motif khas Islami dimana ujungnya mengarah ke surga. Karena peletakan simbol bulan pada puncak menara utama, ujung simbol bulan dan titik finial berkombinasi membentuk trident shape, mengingatkan pada simbol Hindu tradisional Shiva.

Charbagh (taman) di sepanjang jalan masuk Taj Mahal
Sumber: Dokumentasi Pix San



Sebelum masuk ke Mauseloum, kita diharuskan melewati charbagh (taman) sepanjang kurang lebih 100 meter dengan hiasan air mancur yang di sepanjang tepi kolam. Disinilah spot foto favorit para wisatawan karena bisa mendapatkan sudut Taj Mahal dengan frame taman dan air mancur. Saat kami kesana, air mancurnya sedang dalam perbaikan.


Jalan setapak pada taman untuk menuju Taj Mahal ada dua yaitu sebelah kiri  dan kanan. Sebelah kiri taman digunakan untuk jalur masuk turis asing sedangkan jalur kanan taman untuk turis lokal. Aku sempat berpikir, “Untuk apa ya dipisah begini?”. Setelah melalui jalur masuk, sebelum naik ke mauseloum utama harus menaiki tangga kecil. Nah, sebelum masuk tangga kecil inilah plastik pembungkus kaki harus digunakan. Plastik pembungkus kaki ini bertujuan supaya tidak mengotori ataupun merusak lantai marmer Taj Mahal. Untuk turis lokal, mereka tidak diberikan plastik pembungkus kaki, caranya cukup dengan telanjang kaki.

Sebelum naik ke tangga, aku sempat memperhatikan ukiran Parchin Kari yang ada di dinding bawah Taj Mahal. Ukiran tersebut berbentuk seperti daun dengan lengkungan yang sempurna dan ukiran kotak pada bagian atasnya. Interpretasiku dahulu di lekukan ukiran tersebut pastilah terdapat barang berharga seperti batu mulia. Interpretasiku terinspirasi dari novel Taj Mahal yang aku baca,  Shah Jahan mengatakan bahwa makam ini harus dibuat dengan sangat indah dan terlihat hidup, dengan marmer dan batu mulia yang paling berkualitas dimana saat itu biaya bukan menjadi masalah besar untuk Kerajaan Mughal. 
Interpretasiku di dalam lekukan ini pastilah dahulu ada barang berharga seperti batumulia
Sumber: Dokumentasi Pribadi

Dengan semangat membara, aku melanjutkan perjalananku ke atas untuk masuk ke mauseloum utama. Di bagian depan mauseloum utama ini terdapat sembilan lengkungan, dimana delapan lengkungan berukuran lebih kecil (iwan) dan terletak masing-masing empat buah di samping pishtaqs (lengkungan utama yang berukuran paling besar). Pishtaq merupakan jalur masuk utama ke mauseloum, dimana di sepanjang dinding luarnya terukir kaligrafi Qur'an yang menakjubkan.
Kaligrafi Quran pada bagian samping pishtaqs
Sumber: Dokumentasi Pribadi

Meskipun pishtaqs  yang merupakan jalur masuk utama ke mauseloum ini mempunyai ukuran paling besar, tetapi sebenarnya pintu masuk ke mauseloum berukuran kecil dan berdinding rendah. Hal memang dimaksudkan seperti itu, supaya setiap orang yang hendak masuk mauseloum bersikap menunduk untuk menghormati makam Shah Jahan dan permaisurinya, Muntaz Mahal. Sebelum masuk ke makam, aku sempat memperhatikan ukiran di samping pintu masuk. Ukiran tersebut berupa berbagai macam bunga beserta daun dan tangkainya yang diukir pada marmer putih dengan begitu sempurna. Di sekeliling ukiran bunga mawar tersebut, terdapat ukiran Parchin Kari.
Ukiran bunga yang dikelilingi Parchin Kari
Sumber: Dokumentasi Pribadi

            Dengan sikap menunduk, masuklah aku secara perlahan ke mauseloum utama bersama para turis lainnya. Didalam mauseloum utama ini dilarang mengambil gambar maupun video. Saat aku masuk, yang aku jumpai pertama adalah suatu bangunan luas yang gelap dan lembab, serta terkesan dingin. Aku terus berjalan sebelum akhirnya menemukan apa yang menjadi inti dari bangunan megah ini yakni makam Shah Jahan dan permaisurinya, Mumtaz Mahal.
Pemandangan di dalam mauseloum..
Sumber: Internet

      Makam itu berupa dua sarkofagus yang berdampingan, sarkofagus Shah Jahan disebelah kiri dan berukuran sedikit lebih besar dan tinggi dari sarkofagus Muntaz Mahal yang berada di sebelah kananya. Sarkofagus tersebut terbuat dari marmer putih dan penuh ukiran Parchin Kari.
Inilah kenampakan sarkofagus Shah Jahan (kanan) dan Mumtaz Mahal (kiri)
Sumber: Dokumentasi Pribadi (dari poster)

 Sarkofagus tersebut dikelilingi oleh ukiran kayu setinggi 1,7 meter. Ukiran tersebut sangat rapi, rapat dan lagi-lagi menakjubkan. Meskipun ingin sekali rasanya mengambil foto mengabadikan ini semua, tak ingin sekalipun jariku meraih kamera untuk menfotonya. Pikiranku dipenuhi oleh...kesedihan dan rasa takjub. Saat itu aku mulai merasakan, ‘Ah, begitu besar cinta Shah Jahan kepada Mumtaz Mahal’ sampai dia melakukan semua ini hanya untuk sebuah makam. Sebuah makam dimana Shah Jahan tidak bisa melihat bentuk akhirnya karena dia dipenjara oleh anaknya yang memberontak, Aungrazeb sampai kematiannya. Cinta yang begitu besar itu terlihat dari kesempurnaan bangunan ini yang hampir tanpa cacat, kesempurnaan ukiran, kemegahan, keanggunan, rasa sayang... Hampir semua orang tahu bahwa Mumtaz Mahal meninggal dunia karena melahirkan anaknya yang ke-13. Tapi tidak semua orang tahu bahwa saat itu Shah Jahan tidak disampingnya saat istrinya meninggal dikarenakan dia masih berada di medan perang membawa panji Kerajaan Mughal. Saat itu aku mulai berpikir bagaimana perasaan Shah Jahan sewaktu dia pulang dan mengetahui istri yang paling dicintainya sudah terbujur kaku. Seberapa besar kesedihan yang harus ditanggungnya? Seberapa air mata yang dikeluarkannya? Seberapa semangat yang tersisa dalam dirinya? Saat itu tanpa sadar aku mulai menitikkan airmata, aku menangis...Aku menangis menyaksikan sejarah dibangunnya Taj Mahal seakan menjadi nyata di depan mataku melalui semua kesempurnaan ini. Aku menangis membayangkan bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang sudah menjadi separuh bagian dari diri kita, sungguh tragis.

Bagaimanapun aku terus melanjutkan perjalanan ini. Sambil mengusap air mataku secara sembunyi-sembunyi, aku mulai melihat beberapa turis yang mengambil foto di dalam mauseloum dimana hal itu jelas-jelas dilarang. Aku kesal. Sungguh aku kesal dengan orang-orang itu yang mungkin tidak mengetahui arti kata peraturan. Tetapi yang kulakukan hanya duduk terdiam sambil sesekali mengawasi beberapa turis disekitarku.
Beberapa saat kemudian aku beranjak keluar dari mauseloum dan menuju ke sisi Taj Mahal yang menghadap Sungai Yamuna. Sungai Yamuna terlihat mengalir dengan sangat tenang, setenang bangunan ini. Sungai bersejarah, yang merupakan saksi bisu dibangunnya Taj Mahal....
Sungai Yamuna, saksi bisu dibangunnya Taj Mahal
Sumber: Dokumentasi Pribadi
»»  BACA SELANJUTNYA YA SOBAT...